Home » Biologi

Category Archives: Biologi

Tulisan Per Bulan

Kategorinya

Twitter Kita

Soal dan Pembahasan SIMAK UI 2013 Biologi (6-10)

6.bio6Pembahasan:

  • Enzim Restriksi adalah enzim yang berperan dalam pemotongan molekul DNA tanpa merusak basanya.

Enzim Restriksi

  • DNA polymerase adalah enzim yang berperan dalam Replikasi (penggandaan) DNA, Elongasi (pemanjangan) rantai DNA dan berperan pula dalam Reparasi (perbaikan) kekeliruan pengkopian DNA.
  • Reverse Transkriptase adalah enzim transkriptase balik yang memproduksi dan membawa molekul RNA nya sendiri, termasuk didalamnya adalah telomerase yang berfungsi menambahkan urutan DNA berulang.
  • Elektroforesis secara umum berarti memilah. Yakni memisahkan bagian-bagian DNA sesuai dengan sifat dan urutannya.
  • DNA Ligase memiliki fungsi yang berkebalikan dengan Enzim Restriksi. DNA Ligase berperan dalam penggabungan fragmen-fragmen DNA dan mereparasi DNA.

DNA Ligase

Jawaban Soal no.6 : E

7.bio7Pembahasan:

  • Simbol pertama dengan gambar tengkorak + dua tulang dibawahnya yang saling menyilang menandakan bahwa material ini bersifat racun (toksik).
  • Simbol kedua disebut Bio Hazard.

biohazardBio Hazard adalah organisme atau zat yang berasal dari organisme yang bersifat menginfeksi sehingga menimbulkan ancaman bagi manusia.

  • Simbol ketiga disebut radioaktif. Yang pernah nonton film Hulk pasti tahu. Simbol ini ditempel di tempat-tempat yang mengandung zat-zat radioaktif seperti plutonium, uranium atau sinar gamma. Simbol ini menandakan bahwa material bersifat radioaktif yang dapat memancarkan radiasi yang merusak sel-sel tubuh.

Berikut beberapa simbol-simbol pada laboratorium:

Simbol LaboratoriumSimbol LaboratoriumJawaban Soal no.7 :  C

8.bio8Pembahasan:

Golongan darah A memiliki gamet Ia Ia atau Ia Io

Golongan darah B memiliki gamet Ib Ib atau Ib Io

Golongan darah AB memiliki gamet Ia Ib

Golongan darah O memiliki gamet Io Io

Atau perhatikan tabel berikut:

Hubungan antara Fenotipe Golongan Darah, Genotipe, dan Macam Gamet

- Pasangan Orang Tua yang Pertama (Golongan darah A dan A). Kemungkinan anaknya adalah:

  • Jika keduanya memiliki gamet Ia Ia. Anaknya: Ia Ia (darah A)
  • Jika gamet masing-masing Ia Ia dan Ia Io. Anaknya: Ia Ia (darah A), Ia Io (darah A)
  • Jika keduanya memiliki gamet Ia Io. Anaknya: Ia Ia (darah A), Ia Io (darah A), Io Io (darah O).

Karena bayi yang tertukar hanya bergolongan darah B, O dan AB, maka bayi dari pasangan orang tua pertama adalah bergolongan darah O.

- Pasangan Orang Tua yang Kedua (Golongan darah A dan B). Kemungkinan anaknya adalah:

  • Satu bergamet Ia Ia, Satu bergamet Ib Ib. Anaknya: Ia Ib (darah AB)
  • Satu bergamet Ia Io, Satu bergamet Ib Ib. Anaknya: Ia Ib (darah AB), Ib Io (darah B)
  • Satu bergamet Ia Ia, Satu bergamet Ib Io. Anaknya: Ia Ib (darah AB). Ia Io (darah A)
  • Satu bergamet Ia Io, Satu bergamet Ib Io. Anaknya: Ia Ib (darah AB), Ia Io (darah A), Ib Io (darah B), Io Io (darah O).

- Pasangan Orang Tua yang Ketiga (Golongan darah B dan O). Kemungkinan anaknya adalah:

  • Satu bergamet Ib Ib, Satu bergamet Io Io. Anaknya: Ib Io (darah B)
  • Satu bergamet Ib Io, Satu bergamet Io Io. Anaknya: Ib Io (darah B), Io Io (darah O).

Karena bayi yang bergolongan darah O telah dinyatakan sebagai anak dari pasangan orang tua yang pertama, maka bayi yang bergolongan darah B mutlak milik pasangan orang tua yang ketiga.

Sementara itu, bayi bergolongan darah AB adalah anak dari pasangan orang tua yang kedua.

Lihat pula kemungkinan lainnya pada tabel berikut:

Golongan Darah

Jawaban Soal no.8 : C

9.bio9Pembahasan:

Mutasi Konvergen adalah perubahan yang terjadi pada materi genetik DNA atau RNA yang mengakibatkan dua makhluk hidup atau lebih yang memiliki asal-usul atau kekerabatan yang jauh, tetapi karena mutasi, dua makhluk hidup ini akhirnya memiliki organ tubuh yang fungsnya sama.

Contoh: Hiu dan Lumba-lumba.

shark-vs-dolphinKarena terjadi mutasi konvergen, dengan meneliti melalui urutan DNA dapat diketahui bahwa dua hewan ini bersifat analog. Sama-sama memiliki sirip tetapi berbeda nenek moyang/leluhurnya.

Disamping itu, kecepatan atau waktu tidak mempengaruhi perubahan DNA evolusi, melainkan perubahan kodon pada asam glutamatnya saat berlangsungnya mutasi.

Pernyataan BENAR

Alasan SALAH

Jawaban Soal no.9 : C

 

10. bio10Pembahasan:

Fotorespirasi adalah respirasi yang terjadi pada tumbuhan tergantung dari penerimaan cahaya pada permukaan daun. Fotorespirasi mengakibatkan hasil bersih fotosintesis menjadi rendah karena fotorespirasi secara langsung mengoksidasi glukosa.

Fotolisis adalah proses pemecahan molekul air menjadi ion H+ yang akan digunakan untuk mengubah NADP+ menjadi molekul NADPAH pada reaksi terang.

fotolisis

Pernyataan SALAH

Alasan SALAH

Jawaban Soal no.10 : E

 

Lihat Pula:

Soal dan Pembahasan SIMAK UI 2013 Biologi (1-5)

*Semoga Bermanfaat*

Soal dan Pembahasan SIMAK UI 2013 Biologi (1-5)

1.bio1Pembahasan:

Akuades adalah air murni atau air yang telah disuling sehingga benar-benar hanya mengandung unsur H2O. Akuades memiliki konsentrasi yang rendah sehingga bersifat hipotonik atau encer.

Ketika akuades ini secara “tidak sengaja” ditransfusikan ke pembuluh darah maka akan terjadi hal fatal:

  • Terjadi osmosis antara akuades dan eritrosit yakni perpindahan air melalui membran semipermeabel dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi.
  • Cairan sel (sitoplasma) pada sel darah merah (eritrosit) bersifat lebih kental sehingga akuades yang ditransfusikan leluasa masuk sehingga memberi tekanan besar pada sel.
  • Osmosis yang terus terjadi membuat sel darah merah mengalami sitolisis. Yakni membengkaknya sel darah merah yang berujung pada pecahnya sel-sel.
Ilustrasi Pecahnya Eritrosit

Ilustrasi Pecahnya Eritrosit

Jawaban Soal no.1 :  D

2.bio2Pembahasan:

Jaringan meristem adalah jaringan pada tumbuhan yang bersifat embrionik atau terus menerus membelah. Jaringan meristem setelah mengalami diferensiasi, memiliki beberapa klasifikasi :

Meristem pada Pucuk

Meristem pada Pucuk

Berdasarkan letaknya:

  1. Meristem Apeks, berada di ujung akar dan ujung batang (pucuk). Jaringan ini membuat tumbuhan bertambah tinggi batangnya dan bertambah dalam akarnya.
  2. Meristem Lateral, berada pada sisi-sisi batang yang menyebabkan batang bertambah besar diameternya. Contoh dari jaringan meristem Lateral adalah kambium pembuluh dan kambium gabus.
  3. Meristem Interkalar, berada pada buku-buku (ruas) batang. Banyak terdapat pada tumbuhan monokotil (bambu, rerumputan, dll). Pada batang yang memiliki meristem interkalar, daerah buku akan menjadi dewasa lebih awal dari bagian lain sehingga pertumbuhan tunas baru akan terjadi pada bagian ini.
Meristem Interkalar

Meristem Interkalar

 

Berdasarkan asalnya:

  1. Meristem Primer, berkembang langsung dari sel embrionik dan belum mengalami diferensiasi.
  2. Meristem Sekunder, berkembang dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi.

Pada soal diatas, pilihan A salah karena Meristem Apeks berfungsi untuk memperpanjang tumbuhan bukan memperlebar diameter batang.

Jawaban Soal no.2 :  A

3.bio3Pembahasan:

Transpirasi adalah proses pengeluaran air dalam bentuk menguap melalui stomata dan terjadi pada siang hari. Mekanisme naiknya air ke daun dipengaruhi oleh banyak faktor. Diantaranya adalah disebabkan oleh tekanan akar, kapilaritas batang, daya isap daun dan gaya adhesi antarmolekul air dengan dinding sel tumbuhan.

Kemudian pada malam hari, saat stomata tertutup, akar tetap melakukan pemompaan mineral air masuk kedalam tubuh tumbuhan. Tekanan akar ini memaksa air melalui pembuluh xylem menuju daun. Nah, terjadilah gutasi.

Gutasi adalah keluarnya tetes-tetes air pada ujung-ujung daun yang biasa terjadi pada malam atau pagi hari.

Gutasi pada Daun

Gutasi pada Daun

Jawaban Soal no.3: A

4.bio4Pembahasan:

Difusi adalah berpindahnya suatu zat dari pelarut yang berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

Pinositosis adalah termasuk dalam transpor aktif endositosis yakni sel “meneguk” cairan dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi dengan bantuan energi sel.

Pada sel hampir setiap mammalia memiliki sekelompok protein yang dinamakan Transporter Glukosa atau biasa disingkat GLUT. Protein ini berfungsi menyerap glukosa dari sirkulasi darah dan mengalihkan glukosa tersebut pada sel target yang kemudian terjadilah metabolisme glukosa.

Jawaban Soal no.4 :  A

5.bio5Pembahasan:

Perhatikan Gambar pertumbuhan Fetus (Janin) berikut ini:

Pertumbuhan Fetus

Pertumbuhan Fetus

Perhatikan pula penampang Blastokista di bawah ini:

penampang blastokista

penampang blastokista

  • Blastokista adalah sel bulat berongga yang terbentuk setelah fertilisasi zigot. Blastokista berisi cairan (Blastocyst Cavity). Blastokista akan terus berkembang menjadi morula (kumpulan sel berbentuk bola) dan gastrula (kumpulan sel yang melengkung/nampak melekuk seperti bentuk tubuh).
  • Massa Sel Dalam adalah bagian dari blastokista yang pada akhirnya akan menjadi struktur-struktur definitif janin.
  • Massa Sel Luar atau Trophoblast adalah bagian dari blastokista yang berada di bagian luar dan akan tumbuh membentuk plasenta.

Jawaban Soal no.5 : D.

 

Lihat pula:

Soal dan Pembahasan SIMAK UI 2009 Biologi  (1-5)

Soal dan Pembahasan SIMAK UI 2009 Biologi (6-10)

Soal dan Pembahasan SIMAK UI 2009 Biologi (11-15)

Soal dan Pembahasan SIMAK UI 2010 Biologi (1-5)

*Semoga Bermanfaat*

Kingdom Fungi

Fungi ( Jamur )

Kingdom Fungi
Kingdom Fungi

Kali ini saya akan membahas tentang fungi ( jamur ) dimana jamur merupakan kingdom tersendiri dari system taksonomi. Beberapa

(more…)

Sistem Hormon pada Manusia

Sistem Hormonal Pada Manusia

Mekanisme Endokrin
Gambar Mekanisme Endokrin

Hormon adalah suatu senyawa organic yang dihasilkan oleh kelenjar tertentu dan berfungsi untuk mengaktifkan suatu proses fisiologis dalam tubuh (metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi dan reaksi terhadap stress serta tingkah laku). Kelenjar yang menghasilkan hormon dinamakan dengan kelenjar endokrin atau kelenjar buntu. Hormon merupakan senyawa steroid ataupun senyawa potein.

Hormon dapat digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu :

  • Hormon – hormon dari asam amino, misalnya tiroksin, triiodotironin, adrenalin, nonadrenalin.
  • Hormon – hormon peptide dan protein, misalnya paratiroid, hormon pertumbuhan, insulin, glucagon.
  • Hormon – hormon steroid, misalnya kortikosteroid dan hormon kelamin (androgen, estrogen, dan progesterone)

Berikut ini beberapa factor yang mempengaruhi pengatur sekresi hormon antara lain :

  • Faktor Saraf

Bagian medulla kelenjar suprarenal mendapat pelayanan dari saraf ototnom. Oleh karena itu sekresinya diatur oleh saraf otonom.

  • Faktor Kimia

Susunan bahan kimia atau hormon lain atau hormon lain di dalam aliran darah mempengaruhi sekresi hormon tertentu.

Hormon dikeluarkan sebagai akibat dari rangsangan stimulasi saraf secara langsung kepada kelenjar yang cocok. Macam – macam kelenjar endokrin pada manusia antara lain hipofisis, tiroid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal, dan ovum atau testis.

Sistem kerja endokrin
gambar Sistem kerja endokrin

Hipotalamus

Hipotalamus memegang peranan yang sangat penting dalam pengaturan system endokrin dan system saraf. Hipotalamus menerima informasi dari system saraf melalui tubuh dan bagian otak, kemudian mengatur system endokrin untuk menanggapi kondisi lingkungan. Hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus merupakan sekresi dari sel – sel neurosekretori.

Kelenjar Hipofisis (Pituitari)

Gambar Hipofisis
Gambar Hipofisis

Kelenjar hipofisis dinamakan juga dengan master of gland dikarenakan hormon yang dihasilkan oleh hipofisis mempengaruhi pengeluaran hormon yang lain, hormon ini terbagi atas 3 macam bagian antara lain bagian anterior, bagian intermediet dan bagian posterior. Berikut saya jabarkan bagian dan fungsi dari hipofisis

No

Kelenjar

Letak

Hormon

Fungsi / Peran

1 Hipofisis / Pituitari Sella tursica metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi dan reaksi terhadap stress serta tingkah laku
  1. Hipofisis anterior
Pada lekukan tulang selatursika GH / STH (Hormon somatotrof) Pertumbuhan sel tubuh dan menstimulasikan pertumbuhan tulang
TSH (hormone tiroid) Mengontrol sekresi hormon oleh kelenjar tiroid
ACTH (hormone adrenokortil kotropik ) Merangsang produksi glukokortikoid
FSH (Folikel stimulating Hormon)
  • Pada wanita : untuk menstimulasikan produksi estrogen dan perkembangan folikel pada ovarium.
  • Pada Pria : merangsang terjadinya spermatogenesis untuk menghasilkan sperma.
LH (Luteinizing hormone)
  • Pada Wanita : bersama dengan estrogen untuk menstimulasikan ovulasi dan pembentukkan progesterone oleh korpus leuteum pada ovarium
  • Pada Pria : menstimulasikan sel – sel intersissil pada testis untuk berkembang dan menghasilkan testosterone.
Prolaktin Membantu proses persalinan dan menstimulasi sekresi air susu.
  1. Hipofisis Intermediet
Pada lekukan tulang selatursika MSH (Melanocyte Stimulating Hormone) Mengatur pigmentasi dan mempengaruhi warna kulit.
  1. Hipofisis Posterior
Pada lekukan tulang selatursika Oksitosin Menstimulasikan kontraksi sel otot polos pada rahim wanita hamil selama melahirkan dan merangsang kontraksi sel – sel kontraktil dari kelenjar susu agar mengeluarkan air susu.
ADH (Anti Deuretic Hormon) Mencegah pembentukkan urin dalam jumlah banyak dan meningkatkan tekanan darah dengan menyempitkan pembuluh darah.

Kelenjar Tiroid / gondok

Gambar Tiroid
Gambar Tiroid

Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang terdapat di leher bagian depan dibawah jakun dan terdiri atas dua buah lobus berfungsi sebagai pengatur metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh, terdiri dari asam amino yang mengandung yodium. Berikut akan saya jabarkan fungsi dan bagiannya dalam table.

Hormon

Fungsi / Peran

Tiroksin Mengatur proses metabolisme, pertumbuhan fisik, perkembangan mental, kematangan seks, dan mengubah glikogen menjadi gula dalam hati serta pendistribusian air dan garam mineral.
Triodotironin Mengatur metabolisme, dan kegiatan system saraf.
Kalsitonin Menjaga kesetimbangan kalsium didalam darah dengan mempercepat penyerapan kalsium oleh tulang.
Gambar struktur Tiroid dan bagiannya
Gambar struktur Tiroid dan bagiannya

Kelenjar Paratiroid / Anak Gondok

Kelenjar paratiroid terletak dibagian belakang kelenjar tiroid, kelenjar ini berjumlah empat buah kelenjar ini menghasilkan Hormon  PTH ( Parathyroid Hormone) yang berfungsi meningkatkan serta mengendalikan kadar kalsium dalam darah dan fosfat (PO43+) dalam darah.

Kelenjar Timus / Kacangan

Gambar Kelenjar Timus
Gambar Kelenjar Timus

Kelenjar ini  hanya dijumpai pada anak – anak usia di bawah 18 tahun. Kelenjar ini terletak didekat tulang dada dan berwarna kemerah – merahan, kelenjar ini terdiri atas 2 lobus. Kelenjar ini menghasilkan Hormon Thymosin yang berfungsi sebagai perangsang perkembangan  dari limfosit T untuk menghasilkan kekebalan (imunitas) tubuh.

Kelenjar Adrenal / Anak ginjal

Gambar Kelenjar Adrenal
Gambar Kelenjar Adrenal

Kelenjar Adrenal berjumlah dua buah dan terdapat pada bagian atas ginjal kelenjar ini terbagi menjadi dua bagian yaitu korteks dan medula suprinalis, berikut akan saya jelaskan dalam table peran dan fungsinya.

Bagian

Hormon

Fungsi dan

Korteks Glukokortikoid Meningkatkan kadar glukosa dalam darah melalui perubahan glikogen dalam hati menjadi glukosa dalam darah.
Androgen Bekerja sama dengan hormon yang dihasilkan gonad untuk menentukan sifat dan karakter kelamin sekunder.
Mineralkortikoid Mengatur volume darah, tekanan darah, serta kadar natrium (Na+) dan kalium (K+) dalam darah.
Medula Suprenalis Adrenalin (epineferin) Membantu metabolisme dengan mengubah glikogen dalam otot menjadi glukosa dalam darah.
Nonadrenalin (norepineferin) Menaikan tekanan darah dengan jalan merangsang serabut otot di dalam dinding pembuluh darah untuk berkontraksi.

Kelenjar Pinealis ( Epifise )

Klenjar pinealis terletak di dekat otak, tepatnya diatas otak kecil ( cerebellum ). Kelenjar ini sangat kecil sebesar biji kacang ercis. Kelenjar ini menghasilkan Hormon Melatonin yang berfungsi dalam pengaturan hubungan suhu tubuh dengan tidur.

 

gambar bagian bagian pada otak manusia
Letak Epifise didalam hipofisis

Kelenjar Pankreas / Langerhans

Gambar Kelenjar Pankreas
Gambar Kelenjar Pankreas

Kelenjar ini terdapat di dekat usus 12 jari dan hati. Didalam pankreas terdapat pulau – pulau langerhans, pulau langerhans ini mengandung sel – sel endokrin yaitu sel alfa yang menghasilkan hormon glukagon dan sel beta yang menghasilkan hormon insulin, berikut akan saya jabarkan di dalam table fungsi dan bagiannya

Bagian Sel

Hormon

Fungsi dan Peranan

Sel alfa Glukagon Mengubah glikogen menjadi glukosa
Sel beta Insulin Mengubah gula darah ( glukosa ) menjadi gula otot ( glikogen ) di hati sehingga mengurangi kadar gula dalam darah.

Kelenjar Kelamin / Gonad

Gambar Kelenjar Gonad
Gambar Kelenjar Gonad

Kelenjar kelamin terbagi atas dua yaitu kelenjar kelamin pada wanita dan pada pria berikut akan saya jelaskan dalam table bagian dan fungsinya.

Kelamin

Hormon

Fungsi dan Peranan

Pria Testosterone Menentukan ciri pertumbuhan kelamin sekunder pada pria.
Wanita Progesterone Penebalan dinding rahim (endometrium) agar siap menerima sel telur yang sudah mengalami pembuahan.
Estrogen Proses pembentukan dan pematangan sel ovum (sel telur) serta pengatur cirri kelamin sekunder pada wanita.

Sistem Koordinasi pada Manusia

Sistem  Saraf

Sistem saraf adalah suatu bentuk system dalam organ manusia yang menghimpunan rangsangan dari luar lingkungan, mengubah rangsangan menjadi impuls saraf dan meneruskan impuls ini ke suatu daerah penerimaan dan korelasi yang terorganisasi dengan baik.

gambar sistem saraf
gambar sistem saraf

Impuls – impuls ini ditelah/diartikan dan selanjutnya dikirim ke organ – organ efektor untuk memberikan jawaban yang tepat. Fungsi ini dilaksanakan oleh sel yang sangat terspesialisasi yang benama neuron.

Sistem saraf berfungsi menerima, menghantarkan dan menanggapi rangsang. Sistem saraf tersusun dari sel – sel saraf neuron. Sel – sel ini terbagi atas menjadi beberapa macam antara lain bisa dilihat dari table yang saya buat :

Sel Saraf

Bagian – Bagian Sel

Fungsi

Badan Sel Membran Sel Menerima implus dari dendrite untuk meneruskan rangsangan ke kelenjar otot atau sel saraf lainnya.Bagian badan sel yang berhubung dengan akson berbentuk segitiga yang bernama Akson Hillock
Sitoplasma
Nukleus
Nukleolus
Retikulum Endoplasma
Dendrit Tonjolan Sitoplasma Merupakan serat – serat yang melekat pada sel yang berfungsi sebagai penerima rangsang yang selanjutnya rangsang tersebut diubah menjadi impuls
Akson (Neurit) Telodendron Bagian terminal akson yang merupakan percabangan dari badan sel yang berfungsi untuk meneruskan rangsangan ke kelenjar saraf atau sel saraf lainnya.
Neurilema Merupakan selaput tipis terdiri atas lemak yang berfungsi melindungi neurit dan menyelubungi akson
Sel Schwan Sel ini membentuk mielin untuk menutupi bagian bagian akson / membungkus akson
Nodus Ranvier Yaitu bagian akson yang tidak tertutupi oleh mielin.
Sinapsis Suatu sel saraf yang behubungan dengan sel saraf lainnya melalui suatu sambungan. Dalam sinapsis akan dikeluarkan senyawa kimia ( neuro – transmitter ) yang berfungsi menghantarkan impuls rangsang.

Berdasarkan atas fungsinya neuron dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yakni neuron sensoris, neuron motorik, neuron intermediet/konektor. Berdasarkan atas bentuknya neuron terbagi atas 3 macam yaitu neuron unipolar, neuron bipolar dan neuron bipolar, berikut akan saya jelaskan dalam table.

Neuron berdasarkan fungsinya :

No

Bagian Neuron

Ciri – ciri dan Fungsinya

1 Neuron Sensorik Badan selnya bergerombol membentuk ganglia, aksonnya pendek sedangkan dendritnya panjang. Sel Neuron Sensorik ini berfungsi sebagai pembawa rangsangan dari sel saraf yang menerima rangsang (reseptor) ke system saraf pusat.
2 Neuron Motorik Neuron ini memeiliki dendrite pendek dan akson panjang. Neuron ini berfungsi membawa atau meneruskan rangsangan dari system saraf pusat ke efektor atau organ gerak (otot dan kelenjar)
3 Neuron Intermediet / Konektor Neuron ini memiliki dendrite yang pendek , aksonnya ada yang panjang dan ada yang pendek. Berfungsi menghantarkan rangsang dari neuron sensorik ke neuron motorik.

Berdasarkan atas bentuknya antara lain yaitu

  • Sel Saraf Unipolar

Yaitu sel saraf yang hanya mempunyai satu juluran badan sel yang bercabang menjadi akson dan dendrite. Perhatikan gambar dibawah ini.

gambar saraf unipolar
gambar saraf unipolar
  • Sel Saraf Bipolar

Yaitu sel saraf yang badan selnya memiliki dua juluran dendrite dan akson.

gambar saraf bipolar
gambar saraf bipolar
  • Sel Saraf Multipolar

Yaitu sel saraf yang memiliki badan sel dengan banyak juluran dendrite dan satu juluran akson.

gambar sarah multipolar
gambar sarah multipolar

Penghantar  Impuls

gambar sinapsis

Impuls dalam suatu sel saraf berjalan dari dendrite, badan sel , dan sepanjang akson yang melalui selubung myelin, sel saraf yang satu dengan sel saraf lainnya mengadakan hubungan. Tempat hubungan tersebut dinamakan dengan sinapsis

Berikut ini akan saya jelaskan mekanisme kerja sinaps

  • Pada ujung akson (presinaps) terdapat membrane pemberi dan vesikula neurotransmitter dua bagian sel ini akan membentuk dan menghasilkan zat yang bernama zat neurotransmitter. Pada ujung dendrit (postsinaps)terdapat membrane penerima, diantara membrane pemberi dan membrane penerima terdapat celah sinapsn(synaptic cleft) yang berisi cairan asetilkolin.
  • Apabila terdapat impuls masuk melalui bonggol sinaps gelembung – gelembung sinaps akan menghasilkan zat transmitter yang akan dilepaskan ke celah sinaps. Selanjutnya sampai ke sel saraf, apabila rangsang telah sampai ke presinaps maka presinaps akan menghasilkan enzim kolinase yang befungsi menghancurkan neurotransmitter pada celah sinaps.

Susunan System Saraf

Sistem saraf bekerja berdasarkan impuls elektrokimiawi. Sistem saraf berfungsi sebagai peninjau bagi tubuh dan pengumpul informasi tentang dunia luar maupun didalam tubuh. Selain itu berfungsi sebagai alat komunikasi umum, pusat pemetaan strategi, dan sebagai pembuat keputusan dalam segala sesuatu yang dilakukakn oleh tubuh. Pembagian system saraf pada manusia terbagi atas dua macam antara lain akan saya jabarkan satu persatu.

Saraf Pusat

Saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang.Susunan system saraf pusat berfungsi sebagai penerima semua rangsang saraf dari luar tubuh (eksteroseptor) dan dari dalam tubuh (interoseptor), system saraf pusat juga bertindak sebagai pusat integrasi dan komunikasi.

Berikut akan saya jabarkan satu – satu mengenai saraf pusat

 Otak

fungsi bagian serebrum pada manusia

Otak merupakan pusat koordinasi dalam tubuh. Otak berada dalam rongga kepala yang dilindungi oleh pelapis otak yang disebut meninges. Pada meninges terdiri dari tiga macam lapisan yang urutan dari luar kedalamnya antara lain : Durameter (luar), Arachnoid  (tengah), Piameter (dalam). Anatara piameter dan arachnoid atau durameter terdapat cairan limfe yang membesar  yang berfungsi untuk memelihara sel- sel otak agar tetap basah, hal tersebut berkaitan dengan difusi oksigen dari pembuluh darah ke sel otak. Otak merupakan ujung anterior tabung neural yang membesar. Berikut akan saya jelaskan dalam bagan bagian – bagian dalam otak pada table berikut ini.

Lapisan

Bagian

Fungsi

Durameter (Lapisan Luar) Selaput  tulang Tengkorak Selubung keras pembungkus otak yang berasal dari jaringan ikat tebal dan kuat. Yang mempunyai lapisan terpisah sebagai penghubung darah ke otak dan respon saraf.
Durameter propia
Kanal vertebralis
Longitudinal Superior Mengalirkan darah dari vena ke otak
Arachnoid (lapisan Tengah) Selaput halus yang memisahkan durameter dan piameter,selaput membentuk sebuah kantong atau balon berisi cairan otak yang meliputi seluruh susunan saraf sentral.
Saraf perifer Mengambil cairan otak yang disebut fungsi lumbar
Piameter (Lapisan Dalam) Selaput tipis yang terdapat pada permukaan jaringan otak,berhubungan dengan arakhnoid melalui struktur – struktur jaringan ikat yang disebut dengan trabekel
Kranium (rongga otak) Bagian saraf sentral yang terletak di dalam rongga tengkorak
Korteks ( kulit) Memiliki banyak neuron terutama badan sel, dan dendrite
Medulla (sumsum) Banyak mengandung akson
Ventrikel Berisi cairan getah bening yang dinamakan serebrosipinal yang senantiasa membasahi otak`
Korpus kalosum Dinding yang melindungi otak dai goncangan

Berikut akan saya jelakan dalam table bagian – bagian otak beserta fungsi – fungsinya

Posisi Otak

Bagian Otak

Fungsinya

Penyakit yang terjadi

Otak depan
  1. Otak besar
Lobus Frontalis Pengendali gerakan otot rangka dan tempat terjadinya intelektualitas.(fungsi motoris) Epilepsi, Alzeihmer, Amnesia, Delesi Kepribadian.
Lobus Oksipitalis Pusat penglihatan Kebutaan warna,geger otak, oksipitalis
Lobus Temporalis Sebagai pusat berbicara, penciuman, pengecap Bisu  dan tuli
Lobus Parietalis Perasa dingin, panas, sakit fisik dan pengatur perubahan kulit serta otot.
  1. Talamus
Menerima rangsang serta serta melakukan persepsi rasa sakit dan menyenangkan
  1. Hipotalamus
Mengatur suhu tubuh, rasa lapar, emosi kadar air dalam tubuh, tekanan darah, rasa kantuk dan kadar gula dalam darah.
  1. Infundibulum
Merupakan pangkal dari hipofisis yaitu hormon utama yang mengatur kegiatan dalam tubuh manusia.
Otak Tengah (mesensefalon Korpus Kuadrageminus Superior Mengatur mengangkat kelopak mata dan memutar bola tengah mata.
Korpus Kuadrageminus inferior Mengatur refleks mata dan kontraksi otot pergerakan mata. Dimana terdapat parietal corteks yang berfungsi sebagai perekam memori yang dilihat oleh mata.
Otak Belakang Terdiri atas 3 macam bentuk : otak kecil, jembatan varol, sumsum lanjutan
Otak Kecil (serebrum) Sebagai pusat keseimbangan, mengkordinasikan kerja otot, tonus otot, posisi tubuh, dan  tulang, otak kecil menghubungkan jembatan varol dengan medulla oblongata melalui pedunkulus serebri inferior ( korpus retiformi)
Jembatan varol (pons Varolli) Penghubung antara kedua bagian otak kecil  ( vermis dan hemisfer), penghubung antara sumsum lanjutan dan serebrum / otak besar, pusat saraf nervus trigeminus.
Medula oblongata Menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang sebagai pengatur denyut jantung, mengatur pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, mengatur pernafasan,mengatur suhu tubuh,menelan,batuk, bersin, bersendawa, muntah serta merangsang otot – otot antar tulang rusuk dan diagfragma.
Sumsum Tulang belakang Merupakan lanjutan dari sumsum lanjutan (medulla oblongata) yang berada dalam tulang belakang (canalis centralis vertebrta)
Sumsum tulang belakang (Canalis   centralis vertebrata). Berperan dalam gerak refleks serta menghubungkan saraf rangsang dari dan menuju otak.

gambar bagian bagian pada otak manusia
gambar bagian bagian pada otak manusia

Sistem Saraf Tepi

System saraf tepi terbagi menjadi 12 pasang saraf otak dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang. Saraf tepi berfungsi sebagai penyampai informasi ke dan dari pusat pengatur.Berdasarkan impuls saraf yang dibawa saraf tepi dibedakan menjadi dua macam antara lain sebagai berikut :

  • Sistem saraf aferen

Yaitu system yang berfungsi membawa impuls saraf dari reseptor ke susunan saraf pusat.

  • System saraf eferen

Yaitu system yang berfungsi membawa impuls saraf dari saraf pusat ke efektor.

Untuk dapat memahaminya 12 macam pasang saraf akan saya buat di dalam tabel

No

Nama Saraf

Asal Saraf Sensori

Asal Saraf Motorik

1

Nervus Olfaktorius Olifaktori otak menuju sel epitel Selaput lendir hidung sebagai indra pembau Tidak ada

2

Nervus Optikus Optikus tengah yang menuju retina mata sebagai indra pelihat Tidak ada

3

Nervus Okulomotoris Tidak ada Otak tengah sebagai penggerak bola mata pengubah tebal lensa mata, penyempitan pupil dan sebagai penggerak mata ke kanan dan ke kiri.

4

Nervus Trokhelearis Tidak ada Berasal dari otak tengah sebagai motoris menuju otot mata sebagai otot penggerak bola mata (obliks superior)

5

Nervus Trigeminis Dari tepi sumsum otak yang menuju lidah , gigi, kulit muka serta rahang sebagai indra pencium dan perasa serta penggerak lidah / pengunyah. Tidak ada

6

Nervus Faisalis Berasal dari sumsum otak yang menuju muka sebagai indra perasa dan pengecap. Serta bibir pada muka. Berasal dari sumsum otak yang menuju otot – otot muka sebagai pengatur mimik muka dan kelenjar ludah

7

Nervus Abdusens Berasal dari tepi sumsum otak yang menuju otot mata sebagai pemutar bola mata rektus eksternal. Tidak ada

8

Nervus Auditorius Berasal dari tepi medulla otak yang menuju organ korti dalam koklea (rumah siput) dan saluran semisirkuler dalam alat keseimbangan Tidak ada

9

Nervus Vagus Berasal dari tepi otak yang menuju faring,kantung suara, paru – paru, jantung, esophagus, usus halus dan lambung. Menggerakan paru – paru, menggetarkan pita suara, kontraksi jantung, dan pengaruhi kinerja kerja gerak peristaltic.

10

Nervus Glosofaringus Berasal dari tepi medulla otak menuju lidah dan otot faring, berfungsi untuk mengecap rasa pada papilla lidah Kelenjar parotis menuju otot penelan di dalam laring.

11

Nervus Aksesorius Tiak ada Keluar dari otak yang menuju laring, pita suara, dan leher. Berfungsi sebagai penggerak otot faring, laring dan otot leher serta otot belikat.

12

Nervus Hipoglosus Tidak ada Berasal dari dasar otak menuju otot lidah dan leher. Berfungsi sebagai penggerak otot lidah dan leher.

Perhatikan Gambar dibawah ini

gambar saraf kranial
gambar saraf kranial

Berdasarkan atas kerjanya saraf tepi dibedakan menjadi dua macam yaitu saraf sadar (somatis) dan saraf tidak sadar (otonom), berikut ini akan saya jelaskan secara terperinci bagian – bagian pada saraf tersebut.

  • Saraf Sadar (saraf somatis)

Saraf sadar adalah saraf yang rangsangannya disampaikan ke pusat reseptor yaitu ke pusat motoris pada serebrum.

  • Saraf Tidak Sadar ( Otonom )

Yaitu saraf yang rangsangannya tidak disampaikan ke otak. Sistem saraf ini mengontrol organ – organ dalam tubuh dan otot polos pembuluh darah dimana otot polos pembuluh darah tersebut mengalami gerakan vasokontraksi dan vaso dilatasi (mengerut dan mengembang) saraf otonom bersifat motorik atau digolongkan kepada saraf aferen. Berdasarkan jenisnya dibedakan menjadi 2 macam yaitu :

Saraf Simpatik yang berfungsi mempercepat kerja organ – organ tubuh.

Saraf Parasimpatik yang berfungsi memperlambat kerja organ – organ tubuh.

gambar saraf simpaik dan parasimpatik
gambar saraf simpaik dan parasimpatik

Efek yang berbeda ini disebabkan oleh neurotransmitter yang dihasilkan. Neurotransmitter saraf simpatik adalah noradrenalin, sedangkan neurotransmitter saraf parasimpatik adalah asetilkolin. Mengenai perbedaan saraf tersebut akan saya jabarkan pada table berikut ini.

Organ atau Jaringan

Efek Stimulasi system saraf simpatik

Efek stimulasi system saraf parasimpatik

Iris (pupil mata) Melebarnya iris (pupil) Menyempitkan iris (pupil)
Kelenjar air mata Tidak ada Menstimulasi keluarnya air mata
Kelenjar air liur Menghambat sekresi air liur Merangsang sekresi air liur
Otot antar tulang rusuk Meningkatkan kecepatan bernafas Mengurangi kecepatan bernafas
Bronkus dan Bronkeolus Membesarkan bronkus dan bronkeolus Mengecilkan bronkus dan bronkeolus
Jantung Meningkatkan kecepatan denyut jantung Menghambat kecepatan denyut jantung
Pembuluh darah Meningkatkan tekanan darah Menurunkan tekanan darah
System urin (kantung kemih) Menurunkan pengeluaran urin Meningkatkan pengeluaran urin
Usus Menghambat gerak peristaltic, menghambat secresi getah lambung dan kontraksi sfingter dubur Merangsang gerak peristaltic, merangsang getah lambung, merelaksaksi sfingter dubur.
Kulit Kontraksi otot penegak rambut, merangsang produksi keringat, merangsng vasokontriksi yaitu mengecilnya diameter pembuluh darah biasanya pada arteriola Merangsang vasodilatasi yaitu pembesaran diameter pembuluh darah biasanya terdapat pada arteriola

Gerak Refleks

Gerak refleks adalah gerak spontan yang tidak melibatkan kerja otak, gerak ini dilakukan tanpa kesadaran dan gerak ini  berguna untuk mengatasi kejadian yang tiba – tiba, gerak refleks juga dapat terjadi pada gerak yang rutin antara lain adalah gerak refles yang terjadi pada otot mata dan lutut.

Gerak refleks terbagi atas empat jenis,antara lain sebagai berikut :

  • Refleks tunggal, yaitu terjadi apabila hanya memberikan sebuah respon
  • Refleks ganda, yaitu terjadi apabila memberikan dua buah respon
  • Refleks kompleks, yaitu jika respon yang diberikan lebih dari dua respon. Contohnya : seperti kaki terkena api maka akan segera ditarik, dipegang, menjerit.
  • Refleks pelatihan (pelatihan yang diajari) yaitu suatu gerak refleks yang diajarkan secara terus menerus sehingga orang tersebut terlatih, Contoh : seorang atlit bela diri apabila dipukul maka dia dapat mengelakkan pukulan orang lain meskipun pukulan tersebut berasal dari belakang.

Sistem Pertahanan Tubuh

Sistem  Pertahanan Tubuh

Sistem pertahanan tubuh berfungsi melindungi tubuh dari serangan benda asing atau bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Benda asing tersebut dapat berupa mikroorganisme penyebab penyakit ( pathogen) misal : virus, bakteri , jamur dan protozoa besel satu.

Sistem pertahanan tubuh terdiri atas 3 macam lapisan pertahanan antara lain dapat dilihat pada table beikut.

Pertahanan Tubuh Non Spesifik

Pertahanan Tubuh Spesifik

Lapisan Pertahanan Pertama

Lapisan Pertahanan Ke Dua

Lapisan Pertahanan Ke Tiga

Kulit

Sel Darah Putih Fagositik

Limfosit

Membran Mukosa

Protein Anti Mikroba

Antibodi

Sekresi dari kulit dan Membran Mukosa

Respon Peradangan

 

Pada Lapisan pertama dikenal dengan sistem pertahanan tubuh nonspesifik eksternal dan pada lapisan pertahanan ke dua dikenal dengan sistem pertahanan tubuh nonspesifik internal untuk lebih dapat mengetahuinya bisa dilihat pada penjelasan dibawah ini.

Pertahanan Tubuh Non Spesifik Eksternal

gambar pertahanan tubuh nonspesifik

gambar pertahanan tubuh nonspesifik

Sistem pertahanan tubuh non spesifik merupakan pertahanan tubuh yang tidak membedakan mikroorganisme pathogen satu dengan yang lainnya.

1.     Pertahanan yang terdapat di permukaan tubuh antara lain :

  • Pertahanan fisik, dilakukan oleh kulit dan membran mukosa
  • Pertahanan mekanis, dilakukan oleh rambut hidung dan silia
  • Pertahanan kimiawi, dilakukan oleh sekret yang dihasilkan oleh rambut hidung dan silia.
  • Petahanan biologis, dilakukan oleh populasi bakteri tidak berbahaya yang hidup di kulit dan membran mukosa.

Berikut ini saya jelaskan mengenai pertahanan tubuh nonspesifik eksternal.

Awal dari system pertahanan tubuh pada mahluk hidup adalah integumen atau penutup tubuh. Pada kulit mengeluarkan minyak dan keringat yang mengandung asam dan garam dengan pH berkisar antara 3 -5 kondisi ini dapat membunuh bakteri atau setidaknya mencegah banyaknya kolonisasi mikroorganisme di permukaan kulit.

Pada permukaan saluran pernafasan, usus, saluran pernafasan , system ekskresi, system reproduksi terdapat lapian lendir (mucus).Membran mukosa juga mensekresikan mucus sehingga mampu membunuh mikrorganisme yang membahayakan tubuh. Pada mulut terdapat saliva (air liur) yang mengandung protein lisozim sebagai protein anti mikroba.Pada usus besar terdapat bakteri E. Coli yang menjadi pesing nutrisi bagi mikroorganisme pendatang baru.

Penelitian di jepang di bawah pimpinan Masatoshi Yamazaki menemukan adanya 14 jenis sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat terdapat senyawa yang dapat menstimulasikan tubuh membentuk TNF (Tumor Necrosis Factor), yaitu senyawa yang aktif dalm meluruhkan sel tumor, selain itu senyawa ang terkandung dalm sayuran ini mampu menstimulasikan terbentuknya daya tahan tubuh yang disebut dengan Immunopotentiator. Hal ini juga didapatkan pada kopi senyawa kafein dengan ambang batas tertentu dapat membuat system imunal tubuh bekerja maksimal dengan bantuan coenzim pada substratnya.

Mekanisme enzim

Pertahanan Tubuh Nonspesifik Internal

 

gambar sistem pertahanan tubuh spesifik
gambar sistem pertahanan tubuh spesifik

 

2.      Respon peradangan  (inflamasi)

Gambar proses terjadinya inflamasi
Gambar proses terjadinya inflamasi

Inflamasi merupakan respon tubuh terhadap kerusakan jaringan, missal akibat tergores atau benturan keras. Pada proses ini dipengaruhi oleh Histamin dan Prostalgidin.

Histamin yang dihasilkan oleh sel tubuh berperan untuk meningkatkan konsentrasi otot dan permeabilitas dinding pembuluh darah kapiler di sekitar areal yang terinfeksi. Peningkatan aliran darah akan memudahkan perpindahan sel – sel fagosit dari darah ke dalam jaringan yang terluka Netrofil merupakan fagsit pertama yang menyelubungi luka selanjutnya monosit berperan dengan berkembang menjadi makrofag yang akan membersihkan sel – sel jaringan yang rusak.

3.      Fagositosis

Gambar fagositosis
Gambar fagositosis

Fagositosis adalah suatu mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh sel – sel fagosit dengan cara mencerna mikroorganisme / partikel asing yang masuk kedalam tubuh.

Fagiositosis dapat terjadi pada saat tubuh kita demam dikarenakan dalam sel darah putih melepaskan suatu senyawa yang disebut pirogen, pirogen akan meningkatkan suhu tubuh lebih tinggi karena proses respon sistemik yang dihasilkan oleh mikroorganisme pathogen.Proses tersebut membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme pathogen. Dengan kata lain demam dalam tingkat normal adlah proses imun tubuh dalam penghambat pertumbuhan mikroorganisme pathogen.

4.      Protein anti mikroba

Jenis protein yang berperan dalam system pertahanan tubuh nonspesifik yaitu protein komplemen dan interferon, protein komplemen membunuh bakteri penginfeksi dengan cara membentuk lubang pada dinding sel dan membran plasma bakteri tersebut. Interferon akan membentuk zat yang mampu mencegah replikasi virus sehingga serangan virus dapat dicegah.

Gambar kinerja protein anti mikroba
Gambar kinerja protein anti mikroba

Pertahanan Tubuh Spesifik

Pada system pertahan tubuh ini bereaksi terhadap antigen dengan cara mengaktifasikan sel limfosit B yang akan mensekresikan protein khusus yang disebut antibody, setiap antigen memiliki susunan molekul khusus yang merangsang limfosit B tertentu untuk mensekresikan antibody yang berinteraksi secara spesifik dengan antigen tersebut.

Limfosit B dibentuk pada sumsum tulang kuning yang mengalami pembelahan atau diferensiasi menjadi sel plasma dan sel limfosit B ( didalam tubuh limfosit B jumlahnya mencapai 30% ). Sel plasma yang terbentuk bertugas menyekresikan antibody ke dalam cairan tubuh. Adapun limfosit B memori berfungsi menyimpan informasi antigen.

Limfosit T dibentuk dibentuk disumsum tulang akan tetapi pematangan llimfosit T terjadi di kelenjar timus, setelah mengalami pematangan limfosit T dan limfosit B akan masuk kedalam system peredaran limfatik, oleh karena itu sel – sel limfotik banyak ditemui pada peredaran darah limfatik,sumsum tulang, kelenjar timus, kelenjar limpa, amandel, darah dan system pencernaan.

Berikut akan saya  jabarkan dalam table beberapa peranan dan fungsi limfosit .

Tipe Limfosit

Jenis Limfosit

Fungsi

Limfosit  B ( sel  B ) Sel B plasma Membentuk antibody.
Sel B pengingat Mengingat antigen yang pernah masuk kedalam tubuh.
Sel B pembelah Membentuk sel B plasma dan sel B pengingat.
Limfosit T ( sel  T ) Sel T pembunuh Menyerang pathogen yang masuk kedalam tubuh, sel tubuh yang terinfeksi, serta sel kanker secara langsung.
Sel T pembantu Menstimulasikan pembentukkan jenis sel T lainnya dan sel B plasma serta mengaktifasikan makrofag untuk melakukan fagositosis.
Sel T Supresor Menurunkan dan menghentikan respon imun dengan cara menurunkan produksi antibody dan mengurangi aktifitas sel T pembunuh.

Antibody

Gambar sistem antibodi
Gambar sistem antibodi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa limfosit B membentuk sel plasma yang akan mensekresikan antibody. Antibodi terdiri atas sekelompok protein serum globular yang disebut immunoglobulin. Protein ini merupakan protein khusus yang diimigrasikan atau dipindahkan ke bagian membrane sel, kemudian akan mengenali dan membunuh sel asing yang di temui.

Levine dan miller (1991 : 785) menjelaskan bahwa terdapat lima kelompok immunoglobulin yakni IgM, IgA, IgG, IgD dan IgE berikut akan saya jelaskan dalam table tipe – tipe antibody beserta karakteristiknya.

No

Tipe Antibodi

Karakteristik

1 IgM Antibodi ini dilepaskan ke aliran darah pada saat terjadi infeksi yang pertama kali ( respon kekebalan primer )
2 IgG Antibodi ini banyak terdapat di dalam darah dan diproduksi saat terjadi infeksi kedua ( respon kekebalan sekunder ). IgG juga mengalir melalui plasenta dan memberi kekebalan pasif dari ibu dan janin.
3 IgA Antibody IgA dapat ditemukan didalam air mata, air ludah, keringat dan membran mukosa. IgA berfungsi untuk mencegah infeksi pada permukaan epithelium. IgA juga terdapat dalam kolestrum yang berfungsi untuk mencegah kematian bayi akibat infeksi saluran pencernaan.
4 IgD Antibodi ini ditemukan pada permukaan limfosit B sebagai reseptor dan berfungsi merangsang pembentukkan antibody oleh sel B plasma.
5 IgE Antibodi ini ditemukan terikat pada basofil didalam sirkulasi darah dan mastosit di dalam jaringan yang berfungsi mempengaruhi sel untuk melepaskan histamin yang terlibat dalam reaksi alergi.

 

Respon kekebalan tubuh terhadap antigen

Respon kekebalan tubuh terhadap antigen dapat dikelompkan menjadi dua macam yaitu kekebalan humoral ( antibody – mediated immunity ) dan kekebalan seluler ( cell – mediated immunity). Berikut akan saya jelaskan satu persatu respon kekebalan tubuh.

1)         Kekebalan Humoral

Kekebalan humoral melibatkan aktivitas sel B dan antibody yang beredar dalam cairan darah dan limfe. Antibody yang beredar sebagai respon humoral bekerja melawan bakteri bebas, racun, virus dan mikroorganisme lainnya yang berada dalam cairan tubuh. Serangkaian respon terhadap pathogen ini disebut dengan respon kekebalan primer antara lain :

Netralisasi yaitu antibody akan menetralkan suatu virus dengan cara melekat pada molekul yang harus digunakanoleh virus untuk menginfeksi sel inang.mekanisme ini akan menetralkan racun dari mikroorganisme sehingga akan mudah difagositosis oleh makrofag.

Aglutinasi (penggumpalan) yaitu proses penggumpalan bakteri atau virus yang diperantarai oleh antibody yang akan bekerja menetralkan mikrorganisme tersebut. Terjadi karena setiap molekul antibody memiliki paling tidak dua tempat pengikatan antigen. Kompleks besar yang terbentuk melalui proses aglutinasi yang akan memudahkan fagositosis makrofag.

Presipitasi (pengendapan) yaitu proses dimana molekul – molekul antigen yang terlarut dalam cairan tubuh akan diendapkan oleh antibody. Proses ini akan memudahkan proses pengeluaran dan pembuangan antigen oleh fagositosis.

Fiksasi komplemen (aktivasi) yaitu mengaktivasikan komplemen dengan adanya kompleks antigen – antibody. Apabila ada infeksi maka protein yang pertama dalam rangkaian protein komplemen akan diaktifkan, reaksi komplemen ini akan mengakibatkan lisisnya banyak jenis virus dan sel – sel pathogen.

2)            Kekebalan Seluler

Kekebalan seluler melibatkan sel T Yang bertugas menyerang sel – sel asing atau jaringan tubuh yang terinfeksi secara langsung seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya diatas.

Berdasarkan cara memperolehnya kekebalan tubuh digolongkan menjadi dua kelompok yaitu kekebalan aktif dan kekebalan pasif.

1.            Kekebalan Aktif

Kekebalan aktif merupakan kekebalan yang dihasilkan oleh tubuh itu sendiri, Tubuh membentuk antibody sendiri karena infeksi antigen. Kekebalan ini dapat diperoleh secara alami dan buatan sebagai contoh secara alami melalui penyakit seperti halnya penyakit cacar dan secara langsung tubuh membentuk vaksinasi virus cacar dengan cara didalam tubuh penderita dikembangkan kekebalan humoral dan kekebalan seluler, setelah mengidap penyakit cacar  penderita tidak akan terkena dua kali penyakit cacar.  Sedangkan cara buatan dengan adanya vaksinasi (imunisasi) terhadap mikroorganisme tertentu dengan cara dimasukkan antigen yang telah dilemahkan atau telah mati kedalam tubuh.

2.         Kekebalan Pasif

Kekebalan pasif merupakan kekebalan yang diperoleh setelah menerima antibody dari luar. Kekebalan ini dapat diperoleh dengan cara alami yaitu dengan cara pemberian ASI ( Air Susu Ibu ) dan secara buatan melalui penyuntikkan antiserum yang mengandung antibody IgG atau immunoglobulin lainnya. Kekebalan pasif buatan ini hanya bertahan beberapa minggu saja karena immunoglobulin yang berasal dari tubuh akan diuraikan oleh tubuh orang tersebut.

Soal dan Pembahasan SIMAK UI 2010 Biologi (1-5)

Soal 1

Soal no.1

Pembahasan:

  • Fitofototropisme adalah gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya.
  • Fitokrom adalah pigmen sensor pada tumbuhan yang digunakan untuk mendeteksi cahaya. Fitokrom adalah suatu protein yang sangat berperan dalam periodisasi waktu berbunga, mengatur proses perkecambahan serta berperan dalam pembuatan zat hijau daun.
  • Fitofotoperiod adalah juga sebagai sensor yang khusus mengatur waktu/saat yang tepat bagi tumbuhan untuk berbunga.
  • Fitoremediasi adalah upaya yang dilakukan untuk membersihkan tanah dari berbagai kontainan dengan memanfaatkan/menggunakan tumbuhan.
  • Fitokimia atau Fitonutrisi adalah berbagai macam zat-zat kimia pada tumbuhan yang terkandung dan dapat digunakan sebagai nutrisi makanan.

Perhatikan perbedaan perkecambahan kacang hijau di tempat terang dan gelap.

PertumbuhandanPerkembanganpadaTumbuhan3x1

Perkecambahan yang dibiakkan ditempat gelap, memiliki pigmen fotokrom dalam jumlah yang banyak. Berbeda dengan kecambah yang dibiakkan di tempat terang, tetap ada namun jumlahnya sedikit.

Jawaban Soal no.1 : B

Soal 2

Soal no.2

Pembahasan:

Postulat adalah sebuah kerangka berpikir yang ditemukan, diakui kebenarannya walau tanpa melalui pembuktian/uji coba secara langsung.

Postulat Oparin dan Haldane adalah satu dari banyaknya teori tentang asal-usul kehidupan. Beberapa teori yang lain adalah:

  1. Teori Abiogenesis oleh Aristoteles.
  2. Teori Biogenesis oleh Louis Pasteur.
  3. Teori Evolusi Kimia oleh Harold Urey.
  4. Teori Naturalistik
  5. Teori Kosmozoa, dll.
H4150002-Alexander_Oparin-SPL

Alexander Oparin

Haldane J B S

Haldane J B S

Kesimpulan-kesimpulan dari Postulat Oparin-Haldane:

  • Keadaan atmosfer bumi purba seperti yang dikemukakan oleh Stanley Miller, dipenuhi oleh molekul Kimia Metana, Amoniak dan Hidrogen.
  • Atmosfer bumi purba sering terjadi petir dan sinar Ultraviolet Matahari mudah memancar tak terhalangi.
  • Radiasi sinar Ultraviolet bersama dengan listrik dari petir memungkinkan terjadinya reaksi kimia hidrokarbon yang terjadi di laut.
  • Hasil reaksi itu menumpuk di lautan. Berupa molekul-molekul sederhana seperti asam amino yang merupakan komponen utama sel (protoplasma).

Inilah alasan mengapa teori asal usul kehidupan hanya sekedar postulat, karena:

  • Melimpahnya jumlah oksigen di atmosfer sekarang yang dihasilkan oleh organisme fotosintetik. Oksigen akan memutuskan reaksi kimia seperti yang dikemukakan dalam postulat Oparin-Haldane.
  • Sinar Ultraviolet yang tidak mudah lagi merambat di atmosfer sekarang akibat adanya lapisan Ozon.
  • Intensitas petir yang tidak sebanyak pada zaman purba dulu.

Jawaban Soal no.2 : B

Soal no.3

Soal no.3

Pembahasan:

Berdasarkan dari habitatnya, mikroorganisme (mis: bakteri) dibagi menjadi beberapa kelompok, yakni:

  • Termofilik: Mikroorganisme yang mampu hidup di suhu yang terbilang tinggi (60-80 derajat Celcius).
  • Psikrofilik: Mikroorganisme yang mampu hidup di suhu yang sangat dingin ( di bawah 0 derajat Celcius).
  • Asidofilik: Mikroorganisme yang mampu hidup di kondisi yang sangat asam (pH dibawah 5).
  • Osmofilik: Mikroorganisme yang mampu hidup di kondisi dengan kadar gula yang tinggi.
  • Halofilik: Mikroorganisme yang mampu hidup di kondisi dengan kadar garam yang tinggi.
  • Xerofilik: Mikroorganisme yang mampu hidup di kondisi dengan kadar air yang sangat rendah.
  • Mesofilik: Mikroorganisme yang tumbuh optimum di suhu 15-45 derajat Celcius.

Berdasarkan Kebutuhan Oksigen dalam Metabolismenya, Mikroorganisme dibagi menjadi 2 kelompok:

  • Mikroorganisme Aerob: Membutuhkan oksigen pada saat respirasi sel.
  • Mikroorganisme Anaerob: Tidak membutuhkan oksigen karena bakteri ini hidup di tempat yang tak ada oksigen.

Dari beberapa penggolongan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa:

  1. Mikroorganisme X: Hidup di ikan asin dengan kadar air rendah (Halofilik, Xerofilik), hidup di suhu 60 C (Thermofilik). Hidup di sisa organisme (Aerob).
  2. Mikroorganisme Y: Hidup di suasana asam. pH < 4,5. (Asidofilik). Anaerob. Hidup di suhu dingin 10 C (Psikrofilik).
  3. Mikroorganisme Z: Hidup di sirup manis (Osmofilik, Aerob), hidup di suhu optimum 34 C (Mesofilik).

Jawaban Soal no.3 : C

Soal no. 4

Soal no. 4

Pembahasan:

Spesiasi adalah munculnya Spesies baru melalui proses Evolusi. Secara umum, mekanisme terjadinya spesiasi akibat beberapa isolasi, yakni: Isolasi Geografis, Isolasi Reproduksi dan Isolasi perubahan genetika.

Gambar ini adalah contoh spesiasi yang terjadi pada Macaca sp.

New Picture (4)

  • Aliran Gen (soal salah bukan Altar Gen): Menyebabkan kombinasi dua lungkang gen jika terjadi secara terus menerus. Mengakibatkan pengurangan dan perlambatan spesiasi.
  • Isolasi Tingkah Laku adalah salah satu contoh dari Isolasi Reproduksi yang terjadi akibat perbedaan dalam hal tingkah laku dalam memulai perkawinan. Hal ini berpengaruh dalam spesiasi.
  • Domestikasi adalah pemindahan makhluk hidup dari habitat aslinya ke habitat buatan manusia. Ini akan memicu perubahan tingkah laku makhluk hidup sehingga menciptakan spesies baru.
  • Isolasi Gamet adalah terhalangnya proses pembuahan akibat perbedaan gamet jantan dan betina dalam hal visibilitas. Termasuk dalam Isolasi perubahan genetika.
  • Poliploidi adalah suatu keadaan dimana suatu makhluk hidup memiliki set kromosom lebih dari sepasang. Biasanya makhluk hidup hanya terdiri dari sepasang genom (diploid). Poliploidi jauh hubungannya dengan proses evolusi.

Jawaban Soal no.4 : D

soal 5

Soal no.5

Pembahasan:

Balanus atau teritip adalah spesies dari Filum Arthropoda kelas Crustacea. Balanus hidup menempel di batu-batu karang atau substrat tertentu di pantai.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Penampang Balanus atau Teritip.

barnacle19La_x550_x_324x

Sama seperti Crustacea lainnya (kepiting, udang, dll), struktur tubuh Teritip tidak jauh beda. Selain yang telah terpampang pada gambar di atas, Teritip juga memiliki Maksiliped atau umumnya disebut Kaki Makan, juga memiliki silia yang berupa rambut halus atau Anthena.

Di bagian mulut terdapat sepasang Rahang (Mandibula) yang digunakan untuk menggigit dan makan. Adapula Maksila yang bertugas mengangkut makanan ke rahang, selain itu maksila punya peran khusus sebagai penyaring atau filtrasi, juga dalam pembersihan dan perawatan tubuhnya.

Jawaban Soal no.5 : E

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,970 other followers

%d bloggers like this: