Home » Kimia » Kimia pada Peradaban Kuno

Kimia pada Peradaban Kuno

Arsip

Kategori

Twitter Updates

Api
Manusia pertama kali menerapkan ilmu kimia setelah manusia pada jaman kuno bisa memahami bagaimana cara menggunakan api. Api tidak hanya digunakan untuk memasak makanan tapi juga digunakan untuk membakar perkakas yang terbuat dari tanah liat. Sifat keingintahuan alami manusia tentang material di sekitar mereka menuntun manusia pada jaman kuno untuk bereksperimen. Manusia pada jaman kuno bereksperimen untuk mengolah batuan untuk mendapatkan logam.

Sebagai suatu komunitas yang mulai berkembang manusia pada jaman kuno menemukan bahwa ada beberapa zat yang bisa digunakan untuk tujuan tertentu. Mereka mendapati bahwa ragi bisa digunakan dalam proses pembuatan minuman bir dan anggur. Selain itu mereka juga mendapati bahwa makanan bisa diawetkan dengan cara diasinkan atau diasap. Ekstrak dari tumbuhan bisa digunakan sebagai pewarna pakaian. Kulit batang tumbuhan bisa digunakan untuk menyamak kulit hewan. Kosmetik bisa dibuat dengan menggunakan pigmen dan ekstrak dari tumbuhan.

Peradaban Mesir Kuno

Mummi

Kepercayaan penduduk Mesir kuno akan kehidupan setelah kematian membuat mereka mencari cara untuk mengawetkan mayat. Hewan yang melambangkan dewa dewa yang mereka percayai biasanya diawetkan. Teknologi pengawetan mayat ini telah mereka kenal pada tahun 1000 sebelum Masehi. Selanjutnya bukan hanya hewan perlambang dewa saja yang diawetkan tapi juga keturunan Firaun (Raja Mesir) juga diawetkan mayatnya. Mereka menggunakan natrium karbonate (Na2CO3) yang dioleskan keseluruh tubuh mayat. Natrium karbonate ini menyerap air yang terdapat pada tubuh mayat dan mencegah mayat untuk membusuk. Setelah 40 hari mayat dibersihkan, dituangkan dengan sejenis senyawa aromatik dan kemudian dibungkus dengan kain linen.

Peradaban Cina Kuno

Penduduk Cina kuno memiliki sejarah panjang dalam penggunaan zat zat kimia. Industri kertas dan bubuk mesiu adalah industri yang dikembangkan pada jaman Cina kuno.

Peradaban Yunani Kuno
botol parfum
Bangsa Yunani sudah sejak lama menggunakan parfum. Parfum ini berasal dari bunga yang diekstrak dan diambil minyaknya. Untuk wadah parfum ini bangsa Yunani menggunakan botol yang terbuat dari tanah liat. Tanah liat dibentuk menjadi bentuk botol kemudian dikeringkan dan dibakar. Kemudian botol tanah liat ini dihias dengan menggunakan timbal (IV) oksida (PbO2) yang berwarna merah.

Sumber : http://www.amazon.com/Eyewitness-Books-Chemistry-Ann-Newmark/dp/075661385X/ref=sr_1_1?s=books&ie=UTF8&qid=1369877209&sr=1-1&keywords=chemistry+book

Advertisements

Diskusi yuk

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: